Kelas IPS? Siapa yang tak kenal watak kelas ini? Kelas dimana semua anak-anak ‘berdarah campuran’ bergabung menjadi satu. Banyak ungkapan yang dicap untuk kelas IPS seperti: kelas anak badung, kelas anak tiri, Kelas lubang buaya dan masih banyak lagi. Kelas IPS menjadi terpinggirkan oleh ungkapan itu. Kebanyakan anggota kelas IPS berasal dari mereka yang tidak bisa menembus kelas IPA, termasuk saya sendiri. Dari kecil saya bercita-cita menjadi seorang dokter dan astronout. Orang tua, terutama Bapak sangat menginginkan saya masuk dijurusan IPA. Pada saat penjurusan kelas XI di SMA, saya tercatat sebagai Personil kelas IPS, kabar yang membuat jantung ini kehilangan kendalinya lemas tak berdaya. Merasa takkan ada harapan dan masa depan. End! Tangis dan kemarahan memuncak saat teman-teman saya lolos masuk IPA, betapa memalukannya saya pada waktu itu.

Beberapa dari teman saya yang awalnya tercatat sebagai personil kelas IPS meminta mutasi ke kelas IPA, lalu bagaimana dengan saya? Bingung antara pindah atau tidak. Akhirnya saya memutuskan untuk takkan pernah pindah. Entah angin apa yang merayu saya untuk tetap di kelas IPS, pikiran saya bisa menerima tetapi hati tidak.

Awal menjadi salah satu bagian dari personil kelas IPS memang sangat berat menurut saya, bagaimana tidak? Saya harus berhadapan dengan sekumpulan siswa yang sangat bertolak belakang dengan kepribadian saya. Mereka gaduh, pembuat onar, tidak disiplin, tidak patuh pada peraturan, banyak bicara dan sukanya cengengesan! Diperlukan mental yang sangat kuat untuk menghadapi koloni IPS. Pelajaran intinya pun biasa-biasa saja, tak se’wah’ pelajaran kelas IPA, hanya ada Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Akuntansi dan Sejarah. Pelajaran yang dituntut untuk banyak menghafal. Saya habiskan hari pertama di kelas dalam diam. Tanpa berbicara dengan seorangpun. Saya seperti sangat tertekan di kelas itu, keinginan untuk cepat pulang dan menangis sejadi-jadinya di kost. Teman-teman kost selalu membesarkan hati saya untuk tidak kecewa, mereka menegaskan, “Berjuanglah, karena IPS adalah Ikatan Pelajar Sukses! 🙂 ”.

Sebulan berlalu dan saya mulai memahami karakteristik dari koloni IPS. Ternyata, wah! Sungguh diluar dugaan! Pada saat siswa menerima materi pembelajaran, tak ada satupun yang membuat gaduh! semuanya tertib, bahkan pada saat guru meninggalkan ruang kelas untuk menghadiri rapatpun tak seorangpun yang gaduh. Mereka sedang asyik mengerjakan tugas-tugas yang diberika oleh guru mata pelajaran. Pertunjukan yang sangat menarik bukan? Tunggu, saya ingin meralat pelajaran IPS yang kurang ‘Wah’, tanggapan itu salah besar! Bayangkan, betapa menariknya mempelajari interaksi antar individu dan kelompok? Solusi untuk menyelesaikan konflik? atau bagaimana dengan mempelajari Fenomena Alam yang ada dibumi? Terjadinya Hujan? Tunggu! Bagaimana dengan penghitungan keuangan kita setiap harinya? Krisis ekonomi? Kenaikan Harga BBM? Tindakan apa yang harus kita lakukan? dan yang paling menarik adalah bagaimana kita dapat mengambil hikmah dari masa lampau ketika para penjajah dengan bengisnya menyiksa nenek moyang kita?Wow! Itu sangat menyita perhatian kita. Sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari kita, bukan? Ilmu sosial mempelajari apa yang telah terjadi kemarin agar tak terjadi kesalahan pada hari ini dan untuk menatap masa depan yang gemilang!

Selain itu ternyata solidaritas yang terjalin antara personil IPS sangat baik. Mereka sangat kompak! ^^ Kami pun  bersaing untuk mendapatkan prestasi yang baik dikelas, persaingan sehat yang sangat ketat. Sekali kita lengah, pada saat itu juga kita akan tertinggal jauh dengan prestasi yang kita inginkan. Kekompakan, Persaingan, Kepedulian, Semangat, Tekad, Pengorbanan, Cinta, dan Konflik adalah satu hal yang takkan pernah terpisahkan dari kelas Sosial.

Kami, warga IPS siap menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang!

 

 

by:Randita Vila

Iklan